BAB I
LATAR BELAKANG
Evaluasi mau tidak mau menjadi
hal yang penting dan sangat di butuhkan dalam proses belajar mengajar, karena
evaluasi dapat mengukur seberapa jauh kebehasilan anak didik dalam menyerap
materi yang di ajarkan, dengan evaluasi, maju dan mundurnya kualitas pendidikan
dapat di ketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik
kelemahan serta mudah mencari jalan keluar
untuk berubah lebih baik kedepan.
Tanpa evaluasi, kita tidak bisa
mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak
akan ada perubahan menjadi lebih baik,maka dari itu di makalah ini akan coba di
bahas
·
Pengertian evaluasi
·
Tujuan dan fungsi evaluasi
·
Teknik evaluasi dan lain sebagainya
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, dan menjadikan pendidikan ke depan lebih baik dan
lebih maju dalam menyongsong kemajuan zaman globalisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI
1. PENGERTIAN EVALUASI
Tidak ada satupun guru yang tidak ingin berhasil
dalam proses mengajar, tentunya semua guru sangat mengharapkan sekali
keberhasilan belajar mengajar itu, guru yang masa bodoh terhadap anak didiknya
adalah cermin kurang tanggung jawabnya seorang guru menjabat sebagai
profesinya, gurung yang tidak mau tahu dengan perkembangan pendidikan anak
didiknya adalah tanda guru yang tidak peduli taerhadap tantangan zaman yang
terus merongrong anak didiknya.
Walaupun ada terobosan baru metode belajar yang
bagus, seperti yang di pelopori oleh bobby de porter dalam quantum learningnya,
tetapi itu saja tidak cukup, metode yang bagus saja tidak cukup tanpa evaluasi,
maka evaluasi sangat di butuhkan sekali
dalam pendidikan.
Dalam sebuah
buku yang berjudul teknik evaluasi pendidikan karya M.chabib thoha, beliau
mengatakan bahwa Evaluasi berasal dari kata evaluation yang berarti suatu
tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sesuatu, apakah sesuatu itu
mempunyai nilai atau tidak. Menurut istilah evaluasi berarti kegiatan yang
terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrument
dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu guna memperoleh
kesimpulan. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk
mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa
dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau
kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat
berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
Selain pengertian di atas ternyata
pengertian evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam :
&
Mengukur
tingkat kemajuan yang dicapai siswa, baik ditinjau dari norma tujuan maupun
dari norma kelompok
&
Menentukan
apakah siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan
pengajaran yang diharapkan.
Bukan hanya seperti di katakan di
atas saja pengertian evaluasi, tetapi ada beberapa istilah yang serupa dengan
evaluasi itu, yang intinya masih mencakup evaluasi, yaitu di antaranya:
&
Measurement / pengukuran diartikan sebagai proses kegiatan
untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu untuk mendapatkan informasi atau
data berupa skor mengenai prestasi yang telah dicapai siswa pada periode
tertentu dengan menggunakan berbagai tekhnik dan alat ukur yang relevan.
&
Tes
secara harfiah diartikan suatu alat ukur
berupa sederetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur
kemampuan, tingkah laku, potensi, prestasi sebagai hasil pembelajaran.
&
Assessment adalah suatu proses pengumpulan data dan pengolahan
data tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat dijelaskan.
2. TUJUAN
DAN FUNGSI EVALUASI
segala sesuatu yang di lakukan
pasti mempunyai tujuan dan fungsi yang akan di capai, pastinya semua aktifitas
tidak ingin hasilnya sia-sia, begitupun dengan evaluasi, ada tujuan dan fungsi
yang ingin di capai, Evaluasi telah memegang peranan penting dalam pendidikan
antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk :
&
Membuat
kebijaksanaan dan keputusan
&
Menilai
hasil yang dicapai para pelajar
&
Menilai
kurikulum
&
Memberi
kepercayaan kepada sekolah
&
Memonitor
dana yang telah diberikan
&
Memperbaiki
materi dan program pendidikan
Dr.muchtar buchori Med.
Mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada 2 yaitu :
&
Untuk
mengetahui kemajuan peserta didik setelah ia mengalami pendidikan selam jangka
waktu tertentu
&
Untuk
mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pendidikan yang dipergunakan
pendidik selam jangka waktu tertentu tadi.
Maju da munjuan belajar peserta didik, dapat
diketahui pula kedudukan mereka dalam kelompoknya dan juga dapat dipakai pula
untuk mengadakan perencanaan yang realistik dalam mengarahkan dan mengembangkan
masa depan mereka. Selanjutnya dengan diketahuinya efektifitas dan efisiensi
metode-metode yang digunakan dalam pendidikan, guru telah mendapatkan pelajaran
yang cukup berharga untuk menyempurnakan metode-metode yang sudah baik, dan
memperbaiki kekurangan-kekurangan metode yang tidak efektif.
FUNGSI EVALUASI BERSIFAT EVALUATIF
a.
Fungsi
prognostik yaitu meramalkan sesuatu dalam menghadapi langkah selanjutnya
b.
Fungsi
diagnostik yaitu evaluasi yang bertujuan yang bertu11/21/2006juan untuk
mengetahui kelemahan-kelemahan siswa serta penyebabnya
c.
Fungsi
judgement yaitu evaluasi yang dilakukan untuk menetukan keberhasilan siswa atau
tes penentuan akhir.
Fungsi evaluasi bagi siswa
Bagi siswa, evaluasi digunakan untuk mengukur
pencapaian keberhasilannya dalam mengikuti pelajaran yang telah diberikan oleh
guru. Dalam hal ini ada dua kemungkinan :
a.
Hasil
bagi siswa yang memuaskan
Jika siswa memperoleh hasil
yang emuaskan, tentunya kepuasan ini ingin diperolehnya kembali pada waktu yang
akan datang. Untuk ini siswa akan termotifasi untuk belajar lebih giat agar
perolehannya sama bahkan meningkat pada masa yang akan datang. Namun, dapat
pula terjadi sebaliknya, setelah memperoleh hasil yang memuaskan siswa tidak
rajin belajar sehingga pada waktu berikutnya hasilnya menurun.
b.
Hasil
bagi siswa yang tidak memuaskan
Jika siswa memperoleh hasil
yang tidak memuaskan, maka pada kesempatan yang akan datang dia akan berusaha
memperbaikinya. Oleh karena itu, siswa akan giat belajar. Tetapi bagi siswa
yang kurang motivasi atau lemah kemauannya akan menjadi putus asa
Fungsi evaluasi bagi guru
a.
Dapat
mengetahui siswa manakah yang menguasai pelajran dan siswa mana pula yang
belum. Dalam hal ini hendaknya guru memberikan perhatian kepada siswa yang
belum berhasil sehingga pada akhirnya siswa mencapai keberhasilan yang
diharapkan.
b.
Dapat
mengetahui apakah tujuan dan materi pelajaran yang telah disampaikan itu
dikuasai oleh siswa atau belum.
c.
Dapat
mengetahui ketepatan metode yang digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran
tersebut.
d.
Bila dari
hasil evaluasi itu tidak berhasil, maka dapat dijadikan bahan remidial. Jadi,
evaluasi dapat dijadikan umpan balik pengajaran.
Fungsi evaluasi bagi sekolah
a.
Untuk
mengukur ketepatan kurikulum atau silabus. Melalui evaluasi terhadap pengajaran yang dilakukan oleh guru,
maka akan dapat diketahui apakah ketepatan kurikulum telah tercapai sesuai
dengan target yang telah ditentukan atau belum. Dari hasil penilaian tersebut
juga sekolah dapat menetapkan langkah-langkah untuk perencanaan program
berikutnya yang lebih baik.
b.
Untuk
mengukur tingkat kemajuan sekolah. Sudah barang tentu jika hasil penilaian yang
dilakukan menunjukkan tanda-tanda telah terlaksananya kurikulum sekolah dengan
baik, maka berarti tingkat ketepatan dan kemajuan telah tercapai sebagaimana
yang diharapkan. Akan tetapi sebaliknya jika tand-tanda itu menunjukkan tidak
tercapainya sasaran yang diharapkan, maka dapat dikatakan bahwa tingkat
ketepatan dan kemajuan sekolah perlu ditingkatkan.
c.
Mengukur
keberhasilan guru dalam mengajar. Melalui evaluasi yang telh dilaksanakan dalam
pengajaran merupakan bahan informasi bagi guru untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dalam melaksanakan pengajaran.
d.
Untuk
meningkatkan prestasi kerja. Keberhasilan dan kemajuan yang dicapai dalm
pengajaran akan mendorong bagi sekolah atau guru untuk terus meningkatkan
prestasi kerja yang telah dicapai dan berusaha memperbaiki kelemahan dan
kekurangan yang mungkin terjadi.
Dalam evaluasi semua komponen dalam pendidikan layak dan harus
dijadikan sebagai objek dan subjek evaluasi pendidikan, yaitu :
§
Siswa,
dapat menjadi subjek evaluasi bagi dirinya sendiri dan bagi guru serta
sekolahnya dan dapat juga menjadi bagian dari objek evaluasi yang dilakukan
oleh guru dan sekolahnya.
§
Guru,
dapat menjadi subjek evaluasi bagi program dan cara-cara dia mengajar,
keberhasilannya dan juga dpat menjadi objek evaluasi oleh siswa dan sekolahnya.
§
Sekolah,
dapat menjadi subjek evaluasi bagi siswa dan guru-guru yang ada didalamnya serta
dapat juga menjadi sasaran atau objek evaluasi dari siswa dan guru yang
bernaung didalamnya.
Setelah semua tugas evaluasi kita lakukan kita akan banyak
memetik manfaat dari evaluasi itu, baik bagi siswa, guru maupun sekolah yang
seandainya kita mengambil benang merah dari nya kita akan mengetahui apa-apa
yanga harus dan yang tidak harus lagi kita lakukan untuk kedepannya.
3. TEKNIK EVALUASI PENDIDIKAN
tentunya, evaluasi mempunyai
beberapa teknik yang berusaha mencari solusi lebih baik dalam mengejar keerhasilan
belajar. Pada dasarnya evaluasi itu dapat dibedakan menjadi dua macam bentuk
tes yaitu :
&
Teknik
non tes
&
Teknik
tes
TEKHNIK NON TES
Maksudnya
adalah penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan
tanpa menguji peserta didik, melainkan dengan cara :
&
skala
bertingkat
Yang dimaksud dengan skala bertingkat atau rating scala adalah
tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan anak didik berdasarkan tingkat
tinggi rendahnya penguasaan dan penghayatan pembelajaran yang telah diberikan
&
Daftar
cocok
Maksudnya adalah suatu tes yang berbentuk daftar pertanyaan yang
akan dijawab dengan membubuhkan tad cocok (x) pada kolom yang telah disediakan.
&
Wawancara
Maksudnya adalah semua
proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara
fisik, yang satu dapat melihat muka yang lain, mendengar dengan telinganya
sendiri suaranya.
&
Daftar
angket
Maksudnya adalah bentuk tes yang berupa daftar pertanyaan yang
diajukan pada responden, baik berupa keadaan diri, pengalaman, pengetahuan,
sikap dn pendapatnya tentang sesuatu.
&
Pengamatan
(observasi)
Maksudnya adalah teknik
evaluasi yang dilakukan dengan cara meneliti secara cermat dan sistematis.
Dengan menggunakan alat indra dapat dilakukan pengamatan terhadap aspek-aspek
tingkah laku siswa disekolah. Oleh karena pengamatan ini bersifat langsung
mengenai aspek-aspek pribadi siswa, maka pengamtan memiliki sifat kelebihan
dari alat non tes lainnya.
&
Riwayat
hidup
Ini
adalah salah satu tehnik non tes dengan menggunakan data pribadi seseorang
sebagai bahan informasi penelitian. Dengan mempelajari riwayat hidup maka
subjek evaluasi akan dpat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian,
kebiasaan dan sikap dari objek yang dinilai.
TEKHNIK TES
Tehnik
tes adalah satu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau
merangkai tugas yang harus dikerjakan oleh anak didik atau sekelompok anak
sehingga menghasilkan suatu nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau dengan
nilai standar yang ditetapkan.
&
Tes
subjektif
Tes ini
sering pula diartikan sebagai tes essay yaitu tes hasil belajar yang terdiri
dari suatu pertanyaan atau suruhan yang menghendaki jawaban yang bersifat
uraian dan atau penjelasan. Secara umum tes uraian ini adalah pertanyaan yang
menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, penjelasan, mendiskusikan,
membandingkan, memberi alasan, dan bentuk lain sejenis sesuai dengan tuntutan
pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Dengan demikian,
dalam tes ini dituntut kemampuan siswa dalam mengekspresikan gagasannya melalui
bahasa tulisan.
&
Tes
objektif
Maksudnya
adalah adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif.
Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatsi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk
essay. Dalam penggunaan tes objektif ini jumlah soal yang diajukan jauh lebih
banyak dari pada tes essay.
Tes
objektif disebut juga dengan istilah short answer test atau new type
test. Yang terdiri dari item-item yang dapat dijawab dengan cara memilih
diantara alternatif jawaban yang dianggap benar dan paling benar.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Evaluasi menjadi hal yang penting
dalam proses belajar mengajar, karena tanpa evaluasi akan susah sekali mengukur
tingkat keberhasilannya.
Evaluasi pendidikan merupakan
proses yang sistematis dalam Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai siswa, baik
ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok serta Menentukan apakah
siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran
yang diharapkan.
SARAN
&
Gunakan
evaluasi sefektif mungkin supaya efektif dan efesian
&
Carilah
evaluasi yang menarik bagi anak didik supaya anak didik merasa nyaman dan tidak
terbebani
&
Jadikan
evaluasi sebagai alat kontrol untuk kemajuan pendidikan
BAB IV
REFERENSI
&
Ridwan
sakni.pengembangan system evaluasi.P3RF.IAIN Raden Fatah Plaembang
&
Farida
yusuf toyib.2000.evaluasi program.PT Rineka cipta
&
M.Chabib
thoha.2001.rajawali press
&
R.ibrohim
dan nana syaodih.1996.rineka cipta
&
Kosadi
hidayat dkk. 1996. Evalusi pendidikan dan penerapannya dalam pengajaranbahasa
Indonesia.alfabeta